Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying

Turnamen Bulutangkis Malaysia – Meski baru mengakhiri ajang turnamen internal, Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) senang dengan yang dicapai para atlet mereka. Seperti diketahui bahwa BAM menggelar turnamen internal untuk pemain Pelatnas Malaysia demi menyiasati tidak adanya turnamen bulu tangkis internasonal selama lebih dari tiga bulan. Laga internal ini sendiri digelar di Akademi Bulutangkis Malaysia (ABM), yang berlokasi di Bukit Kiara. Ajang yang digelar oleh BAM ini sebagai adu gengsi para pemain bulutangkis di Malaysia itu berakhir pada 16 Agustus 2020 kemarin.

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Menjadi Runner-Up di Turnamen Internal BAM

Pada babak final Turnamen Internal Federasi Badminton Malaysia (BAM)  yang digelar pada minggu kemarin memang terjadi kejutan. Pasangan ganda campuran Chan Peng Soon/Goh Liu Ying diketahui memang bermain di bawah standar. Ganda campuran Peng Soon/ Liu Ying akhirnya kalah dan menjadi runner-up di Turnamen Internal milik BAM tersebut. Ganda campuran profesional peringkat 7 dunia tersebut mengakui bahwa lawan mereka, Tan Kian Meng dan Lai Pei Jing telah mengubah permainan mereka di momen akhir game kedua. Peng Soon/ Liu Ying sebut bahwa apa yang dilakukan sang lawan itu telah mengganggu ritme permainan mereka. Walhasil, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing berhasil mengejar poin berturut-turut.

Seiring terganggunya alur permainan Peng Soon/ Liu Ying, akhirnya lawan mampu membalikan keadaan. Lalu, pasangan ganda Goh Liu Ying, Chan Peng Soon mengatakan bahwa kekalahan di pertandingan kali ini terutama karena keselahan sendiri. Tan Kian Meng dan Lai Pei Jing memiliki keinginan kuat untuk menang. Mentalitas sang pemenang juga sangat baik pada laga kemarin. Untuk menghindari cedera setelah lama absen dari turnamen kompetitif, mereka hanya memainkan 80% kekuatan mereka. Peng Soon/ Liu Ying mengaku cukup puas meski meraih posisi runner-up di turnamen internal BAM tersebut.

Turnamen Internal BAM Sebagai Ajang Adu Gengsi Para Atlet

Dalam turnamen internal tersebut, para pemain terbaik akan memiliki kesempatan untuk menguji performa mereka selama jeda di turnamen internasional. Menurut Direktur Pelatihan Bam, Wong Choong Hann menyatakan bahwa turnamen ini menjadi adu gengsi status  para pemain yang pernah bertanding di kancah bulu tangkis internasional saat menghadapi para juniornya. Tekanan akan dirasakan oleh beberapa pemain yang ingin mempertahankan status mereka, sementara ada juga yang ingin membuat kejutan dan mengukir prestasi sendiri.

Selai itu, perlu untuk diketahui bahwa turnamen BAM berbeda dengan konsep pertandingan dari asosiasi bulutangkis Indonesia (PBSI). Turnamen internal BAM berdasarkan format round-robin dan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama digelar dari 5 Agustus sampai 8 Agustus dimana telah menyajikan  enam atlet tunggal putra yang bersaing untuk dua tempat teratas di divisi 2, untuk lolos ke tahap berikutnya. Divisi 1 dijadwalkan digelar dari 11 hingga 16 Agustus menyajikan lima kategori yang melibatkan 52 pemain senior.  Sementara di kategori tunggal putra dibagi menjadi dua divisi karena ada 12 pemain dengan masing – masing pemain akan memainkan total 11 pertandingan, layaknya bermain dua laga berturut – turut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here