Rendy Tamamilang

FFSPORTZ.COMAtlet Voli – Selama ini klub Voli Surabaya Bhayangkara Samator selalu dikait – kaitkan dengan nama Rivan Nurmulki, memang benar, pevoli asal Jambi itu memiliki segudang prestasi baik dalam maupun luar negeri. namun sebenarnya ada satu nama lagi yang cukup membuat para penonton terutama fans Surabaya Bhayangkara Samator (SBS) terdecak kagum, siapa dia? Dia adalah sang kapten tim, Rendy Tamamilang. Jika pada sektor voli putri Proliga, peraih gelar pemain terbaik pada Proliga 2019 adalah Aprilia MAnganang, maka untuk sektor putra Rendy Tamamilang jawabnya. Rendy dinobatkan sebagai Best Player atau MVP di ajang voli bergengsi itu  usai membawa SBS mempertahankan gelar juara saat meladeni klub BNI 46 di GOR Amungrogo, Yogyakarta 24 Februari 2019 lalu.

Profil singkat Pevoli Rendy Tamamilang

Pevoli yang didapuk sebagai Kapten dan berposisi sebagai Open Spike itu lahir pada 12 Februari 1996 di Bitung, Sulawesi Utara. Meski terbilang masih muda, akan tetapi dia menjadi pevoli andalah klub Surabaya Bhayangkara Samator. Diketahui bahwa pemuda 23 tahun tersebut tidak langsung jatuh cinta pada voli, pada saat dirinya kelas 2 SD, Rendy menyukai olahraga bulutangkis. Sementara untuk bermain voli, saat itu dia hanya sekedar ikut – ikutan saja. Baru setelah masuk bangku SMP, pevoli yang memiliki tinggi 191 cm itu mulai serius untuk berlatih bola voli dan mengikuti kejuaraan bola voli tingkat SMP.

Sekedar info, Rendy bermain voli secara otodidak. Terrnyata, tak banyak yang tahu bahwa Rendy memiliki darah atlit juga. Darah atlit tepatnya olahraga voli ternyata mengalir dari sang kakek. Kakek dari Rendy Tamamilang juga pernah tergabung skuat Timnas voli Indonesia. Yang jarang dibuka ke publik, Rendy pernah mengaku sebagai atlit wajar sekali jika memiliki panutan atau pemain voli idola, ternyata dia memiliki pemain voli idola yaitu I Nyoman Rudi Tirtana.

Rendy raih penghargaan pemian terbaik (MVP) Proliga 2019

Sudah banyak diberitakan bahwa pada gelaran Proliga 2019 lalu, Rendy meraih gelar pemain terbaik atau MVP. Walhasil dengan gelar tersebut, dia pun berhak mendapatkan bonus tambahan senilai Rp 10 juta. Pevoli yang bernama lengkap Rendy Febriant Tamamilang itu juga tercatat meraih titel yang sama pada turnamen Proliga tahun 2014 masih dengan klub yang sama yaitu Surabaya Samator. Pada waktu meraih gelar MVP Proliga 2014, Rendy masih berusia sangat belia yaitu 18 tahun. menariknya lagi, Rendy  menyabet titel MVP 2014 lalu merupakan pemain voli termuda di sektor putra yang meraih gelar tersebut.

Setelah 2 tahun kemudian,  pevoli yang belum pindah klub sekalipun itu  mendapatkan 2 gelar bergengsi. Yang pertama adalah Medali emas untuk tim Provinsi jatim pada gelaran PON 2016. Kemudian, yang kedua juga menjuarai Proliga 2016. Diketahui bahwa April tahun lau, Rendy bersama skuat Suarabaya Bhayangkara Samator telah mewakili Indonesia bertolak mengikuti turnamen Asia di Cina Taipei. Rendy menjadi pemain voli langganan timnas sejak 2015. Jika seandainya virus covid-19 tidak menyerang negeri ini, maka gelaran Proliga 2020 bisa digelar dan aksi Rendy bersama klub Suarabaya Bhayangkara Samator akan bertarung seru dengan klub – klub Proliga lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here