Pevoli Berbakat Mulyana

FFSPORTZ.COMVoli Daerah – Jika sedikit melihat perjalanan atlet di Tanah Air menuju puncak karier memang sangat beragam. Ada yang mulai sejak kecil sudah dididik untuk menjadi atlet cabang olahraga tertentu dan tak jarang juga yang harus memulai karier olahraga dengan penuh liku – liku. Namun, kita tahu bahwa kebanyakan atlet – atlet Tanah Air memang secara umum banyak memulai karier karena mereka  punya bakat. Ada putra bangsa yang berangkat menuju karier sebagai atlet dimana berawal dari bakat. Atlet tersebut cukup menjadi bahan pembicaraan pada Mei lalu. Dia adalah Mulyana. Perpaduan bakat dengan ketekunan membuat cita – cita Mulyana menjadi pemain bola voli profesional terasa semakin dekat.

Atlet voli berbakat bekerja keras bantu ringankan keluarga

Meski sudah dekat dengan cita – cita sebagai pevoli profesional, namun Mulyana tetap harus berusaha keras mewujudkannya. Hal ini dikarenakan dia adalah seorang anak sekaligus anak sulung yang juga punya tanggung jawab untuk keluarga. Hal itulah yang sedang dilakukan oleh remaja 16 tahun yang kerap dipanggil Imul itu. Di kancah olahraga voli, prestasi Imul sudah diakui banyak orang. Diketahui bahwa Imul saat ini duduk di kelas 3 MTs Legokjawa, kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Aksi – aksinya di lapangannya selalu dinanti dan Imul selalu menjadi pusat perhatian di setiap turnamen voli.

Imul adalah putra dari pasangan Wahyudin(ayah) dan Kurniati(ibu). Dia dan keluarganya tinggal di Dusun Sindangsari, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak. Imul adalah anak sulung dengan dua adik yaitu Maelani yang sekarang kelas 3 SD dan Mela Arkina yang masih berusia 3 tahun. Menurut penuturan dari Imul sendiri bahwa kehidupannya sangat sederhana. Ayahnya bekerja sebagai kuli tukang pikul kayu dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Hidup dalam keadaan yang sangat sederhana itu, Imul sudah mulai berpikir untuk ikut meringankan beban ekonomi orang tua sejak kelas 6 SD.

Imul bekerja sebagai kuli panggul kayu dan tukang cuci

Di usianya yang masih remaja itu, Imul sudah ikut membantu ayahnya memikul kayu. Upah jasa kuli pikul kayu dalam satu hari kerja mendapat Rp 80 ribu. Jika tidak ada kayu yang dipikul, Imul bekerja di sebuah tempat pencucian mobil dan motor. Untuk Mobil, dengan tarif cuci sebesar Rp 35 ribu, Imul dapat Rp 17 ribu. Sementara dari tarif cuci motor Rp 12.000,- Imul mendapat Rp 6.000,-. Imul menjelaskan bahwa dirinya bekerja untuk membantu keluarga. Sejak kelas 6 SD, dia mengaku bahwa dirinya jarang meminta uang ke orang tua, kala hanya untuk uang jajan, Imul cari sendiri dari hasil kerja kerasnya.

Ketika berbicara soal voli, nampaknya juga tak kalah menarik. Di tengah aktivitas bekerja dan belajar, Imul tak lupa untuk selalu berlatih voli. Kini, dia merasakan manfaat dari latihan kerasnya. Pengakuan banyak orang atas kemampuan olahraga volinya telah mengantarkan Imul menjadi atlet muda Kabupaten Pangandaran. Imul jadi rebutan sejumlah SMA di Pangandaran tentu karena prestasinya di olahraga voli. Maklum saja, sekolah yang mendapatkan Imul sudah pasti merasa mendapat keuntungan baik langsung maupun tak langsung. Meskipun begitu, Imul mengaku masih menuggu keputusan orang tua dan mencari sekolah yang bisa mengembangkan talentanya sebagai atlet voli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here