Mahfud Nurcahyadi Kapten Surabaya Samator

FFSPORTZ.COMMahfud Nurcahyadi – Setelah lama bergabung bersama Surabaya Bhayangkara Samator, pevoli senior Mahfud Nurcahyadi bergabung dengan Lamongan Sadang MHS. Pevoli kelahiran Banjarbaru, 13 Maret 1989 membawa Surabaya Bhayangkara Samator itu juara pada kompetisi Proliga 2018 dan 2019. Diketahui bahwa pevoli 31 tahun itu membela Surabaya Samator sejak 2006 hingga 2019 lalu. Setelah sekian lama malang melintang berseragam Surabaya Samator, akhirnya pada Proliga 2014 lalu dia didapuk sebagai Kapten klub. Pada turnamen musim tersebut, dia mengaku terkesan karena berhasil membawa klubnya mencapai babak final. Bagaimana cerita selanjutnya? Mari kita simak bersama – sama.

Mahfud Nurcahyadi menjadi kapten Surabaya Samator Proliga musim 2014

Pada saat ditunjuk dan dipercaya sebagai kapten oleh sang pelatih, Ibarsyah Djanu pada kompetisi Proliga 2014 kemarin, Mahfud sempat masih belum percaya. Beban berat sebagai kapten yang memimpin rekan – rekan Surabaya Samator disadari betul oleh pevoli yang memiliki postur 191 cm tersebut. Dengan riwayat yang belum pernah sama sekali menjadi kapten sebuah tim voli, pada awal ditunjuk tersebut, Mahfud sempat menolak. Akan tetapi, dia juga menyadari kalau dirinya adalah satu – satunya pevoli senior sehingga cepat atau lambat pasti juga akan jadi pemimpin.

Semenjak didapuk sebagai kapten atau pemimpin klub, pemain voli pada Proliga 2020 yang berposisi sebagai Middle Blocker kemarin itu mengaku kalau dirinya menjadi punya banyak waktu untuk sharing dengan anggotanya dan sang pelatih. Dia semakin optimis dalam menghadapi ketatnya persaingan di Proliga 2014. Sementara itu, menurut skuat yang dipimpinnya, Mahfud termasuk kapten yang tipikal pemimpin yang mengayomi dan demokratis. Hal ini terlihat dari pernyataan salah satu anggotanya, Mirza Pratama yang mengatakan kalau pria asal Banjarmasin itu adalah sosok yang mampu menampung semua usulan pemain dan menyampaikan kepada pelatih serta dia adalah sosok yang mampu merangkul semua anggota.

Cerita menarik pevoli Mahfud di Proliga 2014

Jelang partai Grand Final kompetisi Proliga 2014 antara Surabaya Samator dan Jakarta Pertamina Energi kemarin, tidak menampikan kalau anggotanya yang rata – rata masih berusia muda kerap didera  rasa grogi. Sebagai pemain voli yang banyak makan asam garam, dia selalu mengatakan kepada anggotanya agar tetap tenang dan tidak terburu – buru. Selain itu, dia juga menambahkan kalau menang kalah dalam suatu pertandingan itu sudah biasa, akan tetapi menampilkan permainan yang bagus dan terbaik demi penonton dan juga penggemar adalah hal yang penting.

Sementara itu, jika dimintai pendapat tentang lawanya pada waktu itu, Jakarta Pertamina Energi, putra pasangan Mulyani dan Sri Lestari itu mengatakan kalau lawanya adalah klub yang bagus, memiliki pemain yang berbakat. Secara individu, dia secara terang – terangan mengaku kalau anggotanya kalah, namun kalau secara tim, Surabaya Samator berani diadu. Hingga pada saat ini, klub voli asal Jawa Timur ini memang tidak pernah absen dalam mengarungi kompetisi Proliga. Gelar dan Prestasi Surabya Samator memang sudah tidak diragukan lagi. Bahkan klub ini pernah disebut – sebut sebagai Miniatur Tim Nasional Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here