Berlian Marsheilla

FFSPORTZ.COMBerlian Marsheilla – Saat ini semua turnamen voli Tanah Air sudah ditiadakan. Apalagi kalau bukan karena pandemi virus corona di Indonesia yang semakin mengganas. Salah satu atlet voli Indonesia, Berlian marsheilla miliki banyak kegiatan saat turnamen off seperti ini. Saat ini Berlian dan semua umat muslim di dunia sedang jalani ibadah puasa dan sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Kemarin sempat disinggung sedikit mengenai aktivitas pevoli yang kerap dipanggil Sheila itu. Meskipun sedang tidak ada turnamen, dia tetap menikmati hari – hari dengan bermain voli di rumah.

Sheila dan keluarga nunggu berbuka sambil bermain voli

Atlet voli Berlian Marsheilla adalah salah satu atlet yang besar dari keluarga pecinta voli. Kedua orangtuanya dan ketiga adiknya menekuni voli. Meski seorang perempuan dan akrab dengan voli tetapi Sheila tidak merasa jenuh dengan olahraga voli.  Menurut penuturan Sheila, keluarganya saling mendukung satu sama lain saat bertanding. Begitu pula saat berada dirumah, kalau pas semua kumpul, karena sama – sama atlet voli mereka gunakan untuk bermain bersama.  Seperti saat ini karena masih bulan Ramadhan, pasa sore sambil menunggu berbuka puasa, mereka saling bermain yaitu dengan melakukan passing.

Sheila kerap menyiapkan makanan berbuka puasa bersama -sama adik – adiknya.  Atlet voli cantik yang lahir pada 22 December 1989 itu mengaku kalau suka membuat sendiri minuman untuk berbuka seperti es timun suri dan es blewah sedangkan sang ibu memasak didapur. Terkdang juga dia mencari takjil di luar. Saat berbuka puasa, dia dan keluarganya benar – benar berkumpul ditengah. Tak hanya menceritakan perihal turnamen yang off, kemudian hari – harinya dalam menjalani ibadah puasa, Sheila juga menceritakan bagaimana seru dan menariknya keluarganya saat lebaran atau Idul Fitri.

Sheila bercerita tentang keluarganya saat merayakan Idul Fitri

perempuan yang kini berusia 30 tahun ini menceritakan bagaimana tradisi yang ia lakukan pada saat merayakan hari Raya Idul Fitri. Setiap Lebaran, dia dan adik – adiknya dibangunkan Sang mama pada pukul 05.00 pagi. Pevoli yang memiliki postur 168 cm itu mengaku kalau dia dan adik – adiknya susah dibangunkan. Mereka kadang bangun jam enam pagi atau malah jam setengah tujuh pagi. Dan itu sudah pasti katanya. Sebelum Shalat Ied biasanya mereka sarapan dulu, lalu setelah Shalat Ied juga ada tradisi yang menarik dalam keluarga Sheila. Mereka  sekeluarga biasanya berkumpul di ruang tengah dan disitu menjadi kesempatan untuk mengeluarjan segala unek – unek selama setahun terakhir. Tak jarang anak – anak memberi masukan kepada orang tua.

Selain itu, momen kebersamaan itu menjadi kesempatan bagi seluruh anggota keluarga untuk mencurahkan isi hati masing – masing. Ada hal yang menyenangkan dan juga ada hal yang menyedihkan. Namun sempat juga ada cerita yang membuat gelak tawa.  Sheila bercerita kalau dirinya punya dua adik perempuan dan satu laki – laki. Anak perempuan satu kamar, lalu kami saling bercanda terutama untuk adik yang kecil perempuan. Suatu ketika Sheila mengerjai sang adik perempuan dengan mengatakan kalau ranjangnya sempit dan si bungsu Jelin selalu diusir oleh Sheila dan Yola. Dan akhirnya si bungsu jengkel dan  keluar untuk tidur bersama mama. Nah sikap bercanda Sheila itu dianggap beneran oleh Jelin. Namun akhirnya Sheila mengaku kalau dia hanya bercanda dengan sang adik. Selain itu, seperti keluarga muslim Indonesia lainya, pada momen lebaran biasanya berkeliling ke rumah saudara, namun untuk kali ini terpaksa tidak sebab ada wabah corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here