Iptu Ayip Rizal

FFSPORTZ.COMAyip Rizal – Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa klub voli yang berlaga di Proliga memiliki pungawa – punggawa yang memiliki beragam profesi. Misalnya, ada yang anggota kepolisian, anggota TNI, dan lainnya. Beberapa waktu lalu, ada informasi menarik datang dari jagad voli Tanah Air. Indonesia, tepatnya Polrestabes Surabaya tercatat telah memiliki atlet voli terbaik se-Asia Tenggara. Pevoli yang mendapat gelar tersebut adalah Iptu Ayip Rizal. Iptu Ayip Rizal pada saat di lapangan kerap disapa Genter dimana yang berasal dari kata bahasa Jawa yaitu sebuah alat pengambil buah di pohon yang tinggi biasanya terbuat dari bambu panjang.

Ayip Rizal kerap memimpin Timnas Indonesia di Kancah voli internasional

Perlu diketahui bahwa sebelum menjadi polisi, Iptu Ayip lebih dekat dengan dunia bola voli. Bahkan suami dari  Elsa Permata Sakti itu tidak bisa melepaskan dirinya dari bola voli.  Dia sempat menjadi kapten tim nasional voli Indonesia.  Ayip Rizal memiliki karier di voli yang cukup gemilang. Secara jujur Ayip mengatakan bahwa dirinya masih terus memimpin Indonesia di kompetisi voli internasional. Prestasi Ayip di jagad voli juga tak kalah bersinar. Dia kerap memimpin Timnas Indonesia di kancah voli internasional. Bersama klub Surabaya Bhayangkara Samator, pemain voli berpostur 193 cm itu pernah menyabet dua kali podium juara. Ayip juga tercatat mengantarkan Indonesia merebut medali emas di SEA Games pada 2007 dan 2009.

Tak hanya mampu bawa nama Indonesia bersinar, Ayip juga mendapat gelar pevoli terbaik Asia Tenggara pada 2009-2012. Kemudian, atas prestasi gemilangnya, dia dikontrak salah satu klub Vietnam dan bahkan menjadi pemain voli terbaik Vietnam 2010-2011. Sementara itu, untuk di kawasan yang lebih luas lagi yaitu di tingkat Asia, Ayip mendapatkan gelar pemain voli terbaik kelima se-Asia. Dan untuk di Indonesia sendiri dia mendapat gelar pemain terbaik pada 2008 hingga 2014. Akan tetapi, kini Iptu Ayip juga harus fokus menggapai karier di kepolisian republik Indonesia.

Menjadi polisi membuat Ayip harus mengatur waktu dengan profesional

Belajar dari anggota kepolisian pun menjadi pengalaman tersendiri baginya. Masuk pada tahun 2010 lalu, sampai lulus pendidikan dengan menyandang pangkat inspektur polisi dua (Ipda). Dengan status perwira polisi, kini Ayib harus belajar mengatur waktu dengan profesional dengan memperhatikan kapan fokus pada pekerjaan dan kapan pada hobi yaitu voli.  Dia harus menjalankan keduanya secara beriringan dengan baik. Apalagi dengan adanya anak buah yang menjadi tim dan juga menjadi tanggung jawabnya di dalam pekerjaannya sehari – hari sebagai Kanit Turjawali.

Awal pertama kelulusannya sebagai anggota polisi, Ayip bertugas di SDM Mabes Polri. Pevoli yang hobi makan seafood itu juga pernah ditempatkan sebagai Kanit Regident Polres Tuban. Seiring dengan tugasnya sebagai seorang polisi, kini Iptu Ayip pun mulai mengurangi intensitasnya di dunia voli. Bahkan ayah dua orang anak itu sempat menolak tawaran dari klub luar negeri.  Kemudian, karena ingin mengejar karirnya di kepolisian, maka Kanit Turjawali terus mengembangkan prestasinya dengan belajar dan terus belajar demi menjadi sosok polisi yang bisa menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat yang lebih baik lagi. Dia mengaku kalau dirinya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar kepolisian republik Indonesia. Selain itu, selesai jalankan tugasnya sebagai polisi, ketika dirumah rasa capeknya hilang setelah melihat kedua buah hatinya bernama Axel Haikal Rizal dan Bintang Alhabsy Rizal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here