Bulutangkis Tiongkok Alami Kemunduran Yang Berarti Saat All England 2020

FFSPORTZ.COM – Torehan satu juara di sektor ganda campuran timnas bulutangkis Indonesia pada gelaran All England 2020 cukup melegakan. Hal ini lebih baik dari pada apa yang ditorehkan wakil dari Tiongkok. Pasalnya pada turnamen All England 2020 kemarin merupakan momen terburuk bagi perbulutangkisan negeri Tirai Bambu. Pada All England 2020 kemarin, untuk pertama kalinya sejak 25 tahun lalu tak satupun wakil Tiongkok yang mendapatkan gelar juara. Apakah ini adalah pertanda buruk pada perbulutangkisan tiongkok kedepan? Kita tunggu saja.

Penguasa Bulutangkis dunia sudah mulai lengser

Pada turnamen bulutangkis All England 2020 kemarin tercatat ada lima gelar yang diperebutkan. Sangat beruntung bagi Timnas Merah Putih yang telah meraih juara di sektor ganda campuran yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva. Dengan meraih satu nomor Juara All England, maka target untuk meraih satu nomor digelaran bulutangkis paling bergengsi tersebut terpenuhi. Namun disaat Indonesia bisa menjaga catatan minimal satu gelar juara dalam lima tahun terakhir gelaran All England 2020, ternyata nasib buruk menimpa wakil Tiongkok. Penguasa bulutangkis dunia tersebut nampaknya sudah menunjukkan tanda akan lengser.

Wakil Tiongkok tidak mampu meraih satu gelar pun dalam All England 2020 kemarin. Tidak adanya satu gelar yang diraih oleh Timnas Tiongkok ternyara menyimpan cerita menarik, terlebih lagi jika melihat status Tiongkok sebagai salah satu kiblat dari bulutangkis dunia saat ini. Apalagi jika menengok kebelakang wakil Tiongkok selalu bisa membawa pulang gelar juara dalam 25 tahun terakhir. Mereka tercatat alami kegagalan dengan tak satupun meraih gelar juara yaitu pada tahun 1995 silam. Kini perbulutangkisan Negeri yang dipimpin Xi Jin Ping ini menjadi bahan pembicaraan para penikmat Bulutangkis dunia.

Wakil Tiongkok alami kemunduran prestasi dikancah bulutangkis

Jika melihat apa yang ditorehkan oleh para atlit Tiongkok di All England 2020 kemarin, sebenarnya penampilan mereka tidak terlalu buruk. Misalnya saja untuk tunggal putri yaitu Chen Yufei masih bisa mencapai babak final. Namun akhirnya harus kalah dari wakil Chinese Taipei yaitu tai Tzu- ying di dua set langsung. Selanjutnya untuk sektor ganda putri, Du Yue/Li Yinhu yang berstatus ungulan keenam juga bisa menembus babak final, namun juga harus kalah dari ganda maut Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, dengan dua set langsung juga.

Selain dua sektor putri Tiongkok tersebut, untuk sektor lainnya wakil Tiongkok tak mampu berbuat banyak. Chen Long dan Shi Yuqi yang merupakan unggulan putra di nomor tunggal harus kandas di perempat final. Untuk nomor ganda putra yaitu  Li Junhui/Liu Yuchen  dimana sebagai unggulan ketiga tersisih di putaran kedua. Kemudian untuk ganda campuran mereka dengan wakilnya Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang merupakan unggulan pertama juga memberikan hasil yang mengecewakan. Untuk negara yang memiliki catatan luar biasa dalam bulutangkis, hasil yang diperoleh di All England 2020 kemarin cukup mengecewakan. Kini Tiongkok tertinggal dari Denmark dalam daftar total peraih gelar All England sepanjang sejarah. Kini Tiongkok di urutan ketiga dengan 85 gelar dan Denmark berada di urutan kedua dengan 88 gelar juara terbanyak di All England.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here