Biaya Fantastis Harus Dikeluarkan Tim Jadi Alasan Minimnya Peserta Proliga
jupiterlotto

FFSPORTZ.COM – Jika ajang Proliga 2020 dihentikan karena alasan karena wabah virus corona di Indonesia semakin meluas, maka tidak ada penasaran dengan alasan itu. Jika anda pecinta Proliga atau sekedar menikmati ajang bola voli paling bergengsi di tanah air itu, maka sempat terbersit sebuah pertanyaan atau tidak bahwa mengapa ajang yang bergengsi ini hanya memiliki peserta yang sedikit. Bila melihat dari namanya, sebagai kasta tertinggi kompetisi olahraga bola voli di Indonesia namun pesertanya hanya sedikit. Hal ini menimbulkan anggapan seolah turnamen Proliga tidak menarik untuk diikuti.  Apakah ada alasannya? Bagi pecinta voli tentunya ingin tahu ada apa dengan Proliga.

Peserta Proliga harus keluarkan dana yang besar

Menurut Hanny Sukartty selaku Direktur Proliga mengatakan bahwa minimnya peserta Proliga dikarenakan mahalnya pembiayaan selama mengikuti event Proliga.  Diketahui bahwa untuk sekedar daftar menjadi peserta saja, satu tim harus mengeluarkan dana sebesar Rp 75 juta. Kemudian dilanjutkan dengan pembiayaan operasional tim dan terutama dana untuk gaji pemain. Maka dari itu, sejak Proliga digelar untuk pertama kali hingga saat ini para peserta terus mengalami penurunan. Semula pada perdana Proliga 2012 lalu tercatat telah diikuti 16 tim peserta, dan terakhir pada proliga 2020, peserta Proliga hanya 11 tim saja. Jika dilihat tidak ada penambahan jumlah peserta.

Sejumlah klub yang masih eksis ikut Proliga adalah klub yang di dukung dan di bina oleh perusahan yang bisa dibilang adalah perusahan besar tentu memiliki dana yang besar. Perusahaan tersebut masih peduli akan perkembangan voli di tanah air. Jika melihat dari segi dana, dikutip dari Jawa Pos, gaji pemainlah yang menjadi sebab dana voli sangat besar. Terhitung 60 persen dana tim akan dihabiskan untuk gaji pemain, belum lagi jika tim tersebut menyewa pemain asing, maka dananya bisa semakin besar lagi. Ada salah satu sumber mengatakan kalau gaji satu pemain asing professional bisa mencapai 3- 4 miliar rupiah semusim.

Kompetisi Minim Peserta namun berikan Prestasi bagi Negeri

Kompetisi  Proliga 2020 dimana yang dimulai pada 24 Januari 2020 kemarin menjadi kompetisi Proliga dengan peserta paling sedikit dibanding proliga musim – musim sebelumnya. Meskipun begitu, melalui kompetisi Proliga inilah banyak muncul pevoli – pevoli tangguh kelas internasional seperti Aprilia Manganang, Rivan Nur Mulki dan lainnya. Timnas voli Indonesia mampu meraih sejumlah prestasi membanggakan dari cabang bola voli di Ajang SEA Games dan Asian Games 2018 lalu. Sebut saja pada ajang SEA Games 2019 di Filipina kemarin, timnas voli putra mampu meraih medali emas dan untuk tim putri telah mendapatkan medali perunggu.

Tercatat bahwa dalam 21 kali cabor Voli di gelar di SEA Games, kontingen Indonesia mengumpulkan 19 medali. Dengan rincian, 10 medali emas, 7 medali perak, dan 2 medali perunggu. Walhasil mengukuhkan Indonesia sebagai negara peroleh medali emas terbanyak di ajang tersebut. Sebagai tambahan informasi saja, pada Proliga 2020 ini, peserta Proliga total hanya ada 11 tim. Untuk tim voli putra ada 6 tim diantaranya Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Palembang Bank Sumsel Babel, Jakarta Garuda, dan Lamongan Sadang MHS.  sedangkan tim putri ada 5 tim diantaranya PGN Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Bandung Bank BJB Pakuan, dan Gresik Petrokimia Bank Jatim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here