Kári Gunnarsson

Atlet Bulutangkis – Ajang bulu tangkis dunia atau internasional masih belum menunjukkan geliatnya kembali. Akan tetapi untuk Piala Thomas dan Uber 2020 yang digelar di Aarhus, Denmark akan segera dibuka. Meski sejumlah ajang domestik atau turnamen khusus berbagai negara sudah mulai digelar, namun pandemi virus Covid-19 masih belum membuat semuanya maksimal. Salah satu atlet bulu tangkis yaitu Kári Gunnarsson menggunakan waktu off diluar lapangan untuk merenungkan bagaimana olahraga yang dia cintai ini talah membentuk siapa dirinya.

Kári Gunnarsson Gunakan Waktu Jeda Turnamen untuk Merenung

Pemain sektor tunggal Kari Gunnarsson telah menggunakan kondisi jeda turnamen ini untuk mengamati dan merenung. Hal ini bertujuan untuk mengeksplorasi apa artinya menjadi seorang atlet. Perlu diketahui bahwa Gunnarsson merupakan pemain tunggal andalan dari tim Islandia. Gunnarsson mengatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, Olimpiade Tokyo yang seharusnya diadakan musim panas ini adalah tujuan besar dirinya. Dia menjelma dari seorang siswa yang memiliki waktu penuh disekolah kemudian untuk menjadi seorang atlet profesional bulu tangkis.

Dia mengakui bahwa selama menjadi atlet, dia harus menjalani kehidupan yang sedikit jauh dari keramain kehidupan yakni di akademi. Selama latihan di akademi, dia harus berlatih dengan keras dengan dua kali latihan dalam sehari. Selain itu, dia memperhatikan dengan seksama pada pemulihannya, nutrisi dan waktu tidur. Gunnarsson tercatat sudah menjalani kompetisi di lebih dari 30 negara, itu merupakan perjalanan yang panjang dari seorang atlet. Dengan melihat hal itu, seperti kebanyakan rekan atlet lainnya, dia juga berencana pensiun setelah Olimpiade nanti.

Gunnarsson Bahas Tentang Arti Filosofi Latihan Sepanjang Kompetisi

Salah satu pebulu tangkis top sektor tunggal tersebut melanjutkan dengan membahas tentang arti filosofi latihan. Selain itu, Gunnarsson juga mengungkapkan tentang bagaimana pengulangan yang ditemukan dalam olahraga di tingkat elit yang dapat berdampak buruk pada tubuh. Dia memberikan saran atas dilema seperti ini. Solusi potensial untuk masalah ini yaitu memiliki tujuan yang jelas dan merancang latihan secara sistematis. Inilah yang harus dipertimbangkan oleh para atlet. Untuk titik awalnya adalah bermimpi. Sebagai orang Islandia, momen ketika dirinya menyadari keberadaannya merupakan kenangan yang hidup.

Gunnarsson sempat menceritakan bahwa dia ingat kalau dulu pernah terpaku pada TV selama seminggu selama Olimpiade Sydney 2000. Dia sangat terpukau dengan keindahan olahraga bulu tangkis. Dia merasa seperti sedang terpanggil. Pada awal masa remajanya, Gunnarsson dianggap sebagai salah satu pemain top di Eropa. Akan tetapi, dia kurang kompetitif selama beberapa tahun saat dia belajar di Universitas dan bekerja sampingan. Kemudian tiga tahun yang lalu, dia membuat keputusan untuk mengesampingkan semua hal lain untuk mengejar impian masa kecilnya untuk mencapai tahap terbesar dari semuannya yakni Olimpiade. Kali ini Gunnarsson berbagai perjalanannya dan juga bagaimana merancang latihannya. Dia sudah masuk ke dalam kompleks latihan, namun dia mengaku kalau dalam sisi mental yang sangat penting dari sebuah kompetisi. Meskipun begitu, dia menekankan bahwa menikmati perjalanan itulah yang terpenting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here