Ashleight Barty Mundur dari French Open 2020
indoagen

Berita Pemain Tenis – Gelaran US Open 2020 memang belum usai. Akan tetapi ada kabar yang cukup mengejutkan datang dari turnamen tenis sesudahnya, yakni French Open atau Roland Garros 2020. Petenis tunggal putri nomor satu dunia, Ashleigh Barty telah memutuskan untuk mundur dari French Open 2020. Rencananya, turnamen tenis tersebut akan digelar pada 21 September-11 Oktober mendatang.

Ashleight Barty Mundur dari French Open 2020 Sebab Khawatir dengan Covid-19

Juara bertahan French Open Ashleigh Barty memutuskan mundur atau memilih tidak tampil mempertahankan trofi Roland Garros yang diraihnya pada tahun lalu. Alasan dibalik mundurnya petenis yang lahir pada 24 April 1996 karena masih khawatir dengan situasi pandemi virus corona. Perempuan cantik asal Australia tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak akan keluar dari Australia atau mengunjungi negara – negara Eropa selama pandemi Covid-19 masih belum mereda.

Selain itu, Barty juga mengaku bahwa dirinya tidak memiliki waktu persiapan yang cukup untuk mengikuti salah satu turnamen grand slam tenis tersebut. Keputusan untuk mundur dari French Open 2020 diumumkan Barty melalui akun Instagram. Petenis 24 tahun itu mengunggah foto dirinya ketika sedang memeluk trofi Roland Garros pada 2019. Dalam keterangan di Instagram miliknya, Barty mengaku kalau mundur dari turnamen tenis Eropa tahun ini merupakan keputusan yang sulit.

Ashleigh Barty Berikan Sinyal akan Baru Tampil pada Turnamen Musim Depan

Peraih lima gelar tunggal dan sepuluh gelar ganda pada Tur WTA tersebut mengaku tahun lalu, French Open merupakan turnamen paling istimewa dalam kariernya. Sebelumnya, Barty juga memilih untuk tidak mengikuti Grand Slam US Open 2020 karena masih masifnya kasus Covid-19 di Amerika Serikat. Keputusan untuk memilih mundur dari seluruh turnamen yang digelar di Amerika Serikat dan Eropa tersebut menjadi sinyal bahwa Barty baru akan kembali tampil pada Australia Open musim depan.

Diketahui bahwa ada dua alasan dalam keputusan yang dirinya buat kali ini. Pertama adalah resiko kesehatan yang sangat mengkhawatirkan akibat pandemi virus covid-19. Kedua, persiapan dirinya yang tidak ideal karena harus berlatih tanpa pelatih akibat pembatasan negara bagian di Australia. Barty tinggal di kawasan Brisbane sulit bertemu pelatihnya Craig Tyzzer yang berada di Melbourne dimana jaraknya sekitar 1.400 km. Pemerintah Australia benar – benar menerapkan pembatasan wilayah besar – besaran demi menekan jumlah penyebaran virus. Namun yang pasti keputusan Bartu kali membuat dirinya harus kehilangan status sebagai petenis putri nomor satu dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here