Dio Zulfikri
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMDio Zulfikri – Seorang atlet yang tangguh tidak akan muncul begitu saja, ada perjuangan yang berat dan berliku yang harus dilewati. Begitu juga dengan perjuangan atlet voli Dio Zulfikri. Pevoli tangguh yang membela klub BNI 46 di ajang Proliga 2020 kemarin ternyata memiliki kunci agar meraih kesuksesan. Menurut pevoli asal padang, Sumatra Barat tersebut dalam menggapai kesuksesannya dia menerapkan tiga kunci dihidupnya yaitu kerja keras, berdoa dan juga bersyukur. Seperti kebanyakan atlet – atlet voli pada umumnya, perjuangan yang dia tempuh sebagai atlet juga tidak mulus. Lalu bagaimana prosesnya hingga seperti saat ini? Mari kita simak selengkapnya.

Awal kisah cerita perjuangan seorang pevoli Dio Zulfikri

Perjalanan Dio Zulfikri di kancah voli berawal dari ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di tingkata SMP pada 2012 lalu. Kapten Klub Jakarta BNI 46 itu mewakili tanah kelahirannya, Padang. Meskipun tidak berhasil membawa Padang menjadi juara, namun dirinya tidak berkecil hati. Beberapa minggu kemudian dia merantau ke Jakarta untuk mengikuti seleksi sekolah Atlet di Ragunan, Jakarta Selatan. Miliki semangat dan fisik yang bagus, akhirnya Dio lolos. Baru sekitar dua minggu, dia mengaku tidak kuat mengkuti latihan di sekolah atlet. Bahkan bukan saja Dio, kemarin ada kisah I Putu Randu yang sempat menangis bahkan belum sampai di tempatnya ditempa untuk menjadi atlet voli dan juga mungkin atlet secara umum juga hampir pernah merasakan semua apa yang dialami Dio Zulfikri.

Setiap hari harus berlatih,  setiap pagi dan sore, siapa yang kuat dengan hal itu, apa lagi usia remaja. Namun berkat motivasi kakak sepupunya yang sudah berkarier sebagai atlet akhirnya Dio pun semangat berlatih kembali. Dari waktu ke waktu, hari demi hari, kemampuan Dio semakin membaik. Dia mulai menjadi memiliki kemampuan yang hebat dalam permainan bola voli. Hingga pada akhirnya, sang pelatihnya mengikutsertakan Dio dalam pertandingan bola voli antar klub U-17 se- DKI Jakarta pada tahun 2013 silam. Berkat performa yang bagus, Dio berhasil membawa klubnya juara 1. Walhasil membuat dirinya semakin dikenal banyak orang dan juga dikalangan pelatih bola voli di DKI Jakarta. Kemudian dia terpilih untuk mengikuti turnamen voli antar daerah se-DKI jakarta, dia mewakili daerah Jakarta Pusat. Kemudian di juga terpilih untuk mengikuti ajang turnamen yang lebih tinggi dan bergengsi, yaitu Asean School Games U-18. Kemudian dia juga sempat mewakili Indonsia di ajang Turnamen Asians School Games yang diselenggarakan di Surabaya pada 2014 silam.

Dio mencintai Jakarta meski berasal dari Padang

Berkat perjuangan keras dan kekompakan tim, Tim Indonesia berhasil meraih juara 1. Indonesia harus melawan rival berat Thailand, dan kini nama Indonesia menjadi tim voli yang paling ditakuti di Asia Tenggara. Dio mendapatkan banyak penggemar di jakarta. Seperti yang sudah dibahas sedikit diatas bahwa Dio adalah putra daerah Padang. Meskipun begitu dia mengaku telah mencintai DKI Jakarta. Dan kini dia menjadi atlet kebanggaan Ibu Kota.  Bukan tanpa alasan, Dio menegaskan kalau berlatih di Jakarta membuatnya menjadi atlet yang diperhitungkan. Setelah lulus dari sekolah atlet di Ragunan, Dio kuliah di Trisakti.

Pada Proliga 2019 lalu, dia juga masih membela Klub Jakarta BNI 46. Meskipun belum mampu membawa Jakarta BNI 46 juara, namun dia terpilih menjadi Setter Terbaik Proliga 2019. Dio tidak Sendiri, ada banyak skuat BNI yang mendapatkan penghargaan Individu, misalnya Blocker Terbaik diraih oleh Osmel Camejo Durruthi, Libero Terbaik diraih oleh Veleg Dhani dan Top Scorer diraih oleh Sigit Ardian. Apapun bidang anda, apapun persoalan yang ada didepan anda, tidak ada salahnya jika kita mencontoh tiga kunci sukses Dio Zulfikri yaitu Kerja keras, Berdoa dan Bersyukur dalam mengarungi perjalanan kariernya sebagai atlet voli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here