Doni Haryono
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMDoni Haryono – Telah diketahui bersama kalau gelaran voli yang paling beregengsi di tanah air sudah ditiadakan dan tanpa ada gelar juara. Dalam perjalanan mengarungi Proliga 2020 kemarin masih ada segelintir kisah – kisah menarik yang datang dari para atlet voli. Tak ketinggalan juga dengan atlet bola voli putra yang menjadi bagian dari skuat timnas Indonesia dalam memenangkan medali emas di SEA Games 2019 Filipina kemarin. Untuk sepak terjang Doni di kancah voli internasional SEA Games kemarin bukan yang pertama, dia juga menjadi salah satu Pevoli debutan di ajang SEA Games 2017 Malaysia d engan usia yang masih muda yaitu 18 tahun. Pada Proliga kemarin Doni sempat sedikit ada ganjalan dalam mengarungi Proliga 2020.  Apa itu? mari kita simak informasinya.

Doni Haryono Sempat Takut Tak Bisa Main Lepas pada Proliga 2020

Proliga 2020 atau turnamen voli bukan hal yang baru bagi Doni Haryono. Meski mendapat predikat diusia 20 tahun sudah mempu membawa Timnas Indonesia meraih medali emas dalam SEA Games 2019 Filipina kemarin, Dony tetaplah manusia biasa. Dirinya juga merasa takut dan cemas tidak bisa tampil memuaskan di Proliga 2020. Akan tetapi Doni mengaku tidak ingin terbebani oleh hal tersebut. Pevoli yang lahir pada 21 Februari 1999 itu lebih memilih untuk bermain lepas dan memberikan yang terbaik. Dia langsung berpikir untuk menjalani saja pertandingan, tidak perlu berpikir harus main bagus atau bagaimana.

Pevoli muda dan tangguh itu menegaskan kalau yang paling penting menyakinkan pada diri sendiri untuk menikmati dan mengikuti alur saat bermain. Pada Proliga 2020 kali ini, Doni membela klub Jakarta BNI 46. Dalam situasi yang sama, Doni tidak sendiri. Rekannya di Timnas Indonesia untuk SEA Games 2019, Putu Randu juga alami permasalahan yang sama.  Namun baik Doni, Putu Randu dan punggawa Jakarta BNI 46 lainnya sudah mempersiapkan untuk laga – laga pada Proliga 2020 kemarin. Hasilnya memang memuaskan, Skuat Jakarta BNI 46 telah mampu mengalahkan klub kuat Jakarta Pertamina Energi d putaran kedua proliga 2020, dan lolos ke babak final four.

Doni Haryono atasi kejenuhan voli dengan main game online

Pada atlet voli tanah air juga seperti orang lain pada umumnya, mereka juga memiliki mrasa jenuh saat latihan atau bertanding. Di tengah padatnya jadwal latihan, Doni Haryono punya berbagai cara mengatasi kejenuhan. Pevoli yang memiliki postur 188 cm itu atasi kejenuhan salah satunya dengan bermain game online. Pevoli yang berposisi sebagai Outside hitter pada Timnas untuk SEA Games 2019 itu memilih game online Player Unknown Battlegrounds (PUBG) Mobile yang saat ini sedang populer di Indonesia. Doni mengaku kalau kadang hatinya menolak, akan tetapi dia dan rekan – rekan tetap harus latihan setiap pagi dan sore di tiap harinya.

Selain bermain game online PUBG, pemuda dari Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang itu kadang – kadang juga memilih hal lain untuk mengatasi rasa jenuh. Doni kadang – kadang memilih tidur, lalu kadang main ke Mall sekitar untuk sekedar cuci mata. Sementara jika Doni ditanya mengenai Proliga 2020 pada saat menjadi skuat BNI 46, dia mengatakan kalau usai pertandingan, Jakarta BNI 46 selalu mengadakan evaluasi.  Hal ini tentu demi penampilan yang lebih baik kedepannya. Selain itu, pada saat ini Doni tercatat sebagai mahasiswa aktif dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Jadwal pertandingan Proliga membuat mahasiswa semester lima Jurusan Administrasi bisnis mendapat keringanan sebab pihak kampus telah memberikan izin. Pihak universitas tidak mempersulit dirinya dalam mengikuti turnamen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here