Andy Murray

FFSPORTZ.COMBerita Tenis – Ditengah ancaman virus Covid-19 yang sedang melanda dunia, Andy Murray berikan pernyataan yang membuat jagad tenis dunia terkejut. Sebagaimana diketahui bahwa turnamen tenis telah ditangguhkan sejak Maret dan masih akan berlanjut hingga sampai pertengahan Juli. Penangguhan berbagai kompetisi tenis menjadi momok menakutkan bagi atlet tenis yang memiliki peringkat rendah. Apalagi mereka hanya mengandalkan pada kemenangan di turnamen dan sekaligus mencari nafkah.

Andy Murray sarankan hadiah dua Grand Slam untuk petenis peringkat bawah

Andy ingin kalau hadiah dua turnamen Grand Slam yang tersisa pada tahun 2020 diberikan untuk membantu petenis yang berada di peringkat bawah. Hal ini dikarenakan petenis yang berperingkat 250 – 300 dunia hanya bergantung pada hadiah turnamen sebagai pemasukan selama menjalani masa pandemi corona. Menurut petenis 32 tahun itu, hadiah Grand Slam lebih baik diberikan kepada para petenis yang gugur di babak awal, saat babak kualifikasi atau bahkan yang bermain di turnamen kecil.

Petenis asal Inggris tersebut berharap kalau ajang US Open dan french Open 2020 bisa menjadi ladang kemanusiaan yaitu dapat digunakan bagi petenis yang terkena dampak corona dan mereka berada di tingkat bawah sebab saat ini mereka sedang mengalami kesulitan. Masa karantina atau isolasi bahkan Lockdown menjadi malapetaka yang tak bisa mereka hindari. Oleh sebab itu hadiah dengan total jutaan dolar Amerika Serikat yang disediakan di kedua kompetisi tenis akan sangat bermanfaat bila disalurkan untuk petenis yang membutuhkan. Sebagai informasi saja, setiap ajang Grand Slam kadang hadiah bisa mencapai US $ 4 juta atau senilai Rp 61, 79 miliar.

Andy Murray memprediksi nasib kompetisi tenis dunia kedepan

Petenis Andy Murray mengatakan kalau tenis akan menjadi salah satu cabang olahraga yang terakhir kembali digelar setelah dunia pulih dari pandemi virus corona. Atlet tenis yang pernah menempati peringkat pertama dunia itu telah pulih dari operasi pinggul tahun lalu usai meraih gelar juara di Antwerpen pada bulan Oktober. Murray menargetkan kembali beraksi di Miami Open pada bulan Maret kemarin setelah selesai jalani rehabilitasinya. Namun dirinya terkejut ketika mendengar kalau kompetisi tenis akan digelar kembali pada bulan September.

Menurut beberapa sumber, Eropa dan Amerika Serikat menjadi kawasan yang benar – benar menjadi zona merah pandemi corona dimana nyawa puluhan ribu orang melayang. Sebagai kompetisi Grand Slam terakhir di Eropa yaitu Perancis terbuka akan digelar pada 20 September hingga 4 Oktober 2020 dari jadwal semula pada bulan Mei. Kemudian ajang Wimbledon yang dimulai akhir Juni terpaksa harus dibatalkan. Sedangkan untuk US Open dimana telah dikabarkan seminggu lalu, akan di gelar tanpa penonton menurutnya menjadi pilihan yang tidak mungkin untuk dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here