Agung Seganti
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMAgung Seganti – Sejak awal Juli kemarin, dikutip dari harian wartakota beredar wacana Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) untuk menggelar kejuaraan bola voli tanpa adanya  penonton. Tentu dengan adanya sebuah wacana tersebut pasti terdapat pernyataan pro maupun kontra. Wacana ini muncul ke publik karena wabah corona virus di Indonesia yang blum menunjukkan tanda penurunan atau usai.  Salah satu bintang voli tanah air berikan suara atas kondisi ini.  Dia adalah kapten klub Jakarta Pertamina Energi (JPE), Agung Seganti.

Agung Seganti sebut tanpa turnamen dan uji coba bisa turunkan skill atlet

Sejak Maret lalu turnamen voli yang paling bergengsi di Indonesia dihentikan sebagai imbas pandemi Covid-19. Tidak hanya voli, semua cabang olahraga dihentikan atau ditunda dimana dengan kondisi ini sangat berpengaruh kepada para atletnya. Tanpa adanya turnamen dan uji coba dengan lawan dapat menurunkan kemampuan atlet voli. Pevoli JPE yang berposisi sebagai kapten sekaligus Open Spike akui keadaan atlet bisa berubah tanpa adanya pertandinga atau turnamen.

Didapuk sebagai kapten JPE, pevoli kelahiran Pulau Panggung, Lampung 15 Mei 1990 itu pun menyiasati adanya perubahan tersebut dengan tetap berlatih mandiri. Tak lupa, dia mengajak rekan satu timnya agar tetap menjaga kondisi tubuh. Agung mengatakan bahwa tubuh atlet akan lamban dan kemalasan akan muncul. Dia sempat berpesan kepada rekan – rekannya agar tetap membuat program latihan seperti biasa. Pevoli 30 tahun itu menjelaskan bahjwa sangat penting untuk tetap menumbuhkan kesadaran diri sebagai atlet agar tetap ritun berlatih dan melawan rasa malas akibat tidak adanya kompetisi. Agung juga menyayangkan bila ada rekannya yang memilih bersantai selama berbulan – bulan.

Agung seganti khawatir pertandingan tanpa penonton terasa hambar

Selain memberikan pernyataan terhadap tanpa adanya turnamen dan  uji coba bisa turunkan skill atlet, pria  berpostur 190cm itu mengatakan, pertandingan voli tanpa adanya penonton akan terasa sangat hambar. Dia yakin situasi di lapangan akan sangat sepi karena pemain hanya melihat kursi-kursi yang kosong. Pemilik nomor punggung 2 itu bahkan sempat memberikan pengakuan kalau dirinya tak bisa membayangkan bagaimana sepinya venue jika turnamen voli tanpa penonton.

Jika sebuah turnamen tanpa penonton tentu kurang menggairahkan dan kurang seru. Secara tegas Agung mengatakan bahwa euforiannya akan berkurang. Selain itu, alumni Universitas Adi Buana, Surabaya itu juga mengatakan selama berkarier di Proliga dirinya belum pernah sekalipun bermain voli atau tampil bertanding tanpa penonton. Dirinya bahkan tak bisa membayangkan keadaan seperti itu. Sebagai pengingat saja, untuk Proliga 2020 kemarin telah dihentikan tanpa adanya juara atau pemenang. Klub Jakarta Pertamina Energi (putra) raih kemenangan di putaran pertama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here