Ada Harapan Sisa Turnamen Tenis Dunia Bisa Tetap Digelar Pada Tahun 2020

FFSPORTZ.COM – Sebagaimana banyak diketahui pecinta tennis bahwa turnamen Miami Open 2020 resmi dibatalkan karena mewabahnya virus corona. Jika melihat jadwalnya, Miami Open 2020 akan berlangsung pada 23 Maret hingga 5 April atau pekan ini. Namun apa dikata, demi keselamtan dan kesehatan semua pihak akhirnya turnamen tersebut dibatalkan. Menurut Wali Kota Miami-Dade County, Carlos A. Gimenez mengatakan  kalau langkah pembatalan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. Hebatnya, Miami saat ini dilaporkan tidak ada kasus corona, namun pihaknya ingin mengambil langkah pencegahan sedini mungkin. Kemudian tekanan dari para atlit tenis menyebabkan semua turnamen tenis ATP dan WTA Tour hingga Mei akibat virus corona.

Miami Open 2020 ditunda menimbulkan efek domino pada turnamen tenis lainnya

Sebelum Miami Open 2020 dibatalkan, jauh sebelumnya juga ada turnamen Indian Wells 2020 dibatalkan secara mendadak yaitu pada Minggu, 8 Maret 2020. Sebab menyusul laporan kasus infeksi corona pertama di daerah California, Amerika Serikat. Kemudian juga ada turnamen Fed  Cup 2020 juga dilakukan pembatalan. Kemudian langkah tegas diterapkan oleh pihak penyelenggara Miami Open 2020 dengan menunda turnamen mereka.

Miami Open 2020 ditunda menimbulkan efek domino pada turnamn tenis lainnya. Seperti yang sudah disinggung diatas, kalau semua turnmaen ATP Tour dan WTA Tour sudah dibatalkan sejak 12 Maret 2020 waktu setempat.  Kemudian, Hongaria juga batal jadi tuan rumah Kejuaran tenis jika langkah tersebut diambil. CEO All England Lawn Tennis Club (AELTC) yang merupakan penyelenggara kejuaraan tenis Wimbledon, Richard Lewis berharap bahwa untuk sisa turnamen besar pada tahun 2020 masih bisa digelar. Sementara itu, turnamen tenis akan dimulai lagi pada Madrid Open 2020 pada bulan Mei mendatang.  turnamen tenis akan dimulai lagi pada Madrid Open 2020 pada Mei mendatang.

Lewis Optimis kejuaraan tenis Lapangan keras masih bisa digelar

CEO All England Lawn Tennis Club (AELTC) dan sekaligus mantan Atlit tenis profesional Inggris, Richard Lewis optimis kalau rangkaian kejuaraan tenis lapangan keras (Hardcourt) yang berlangsung di kawasan Amerika Utara masih bisa digelar. Lewis berharap agar kekacauan yang ditimbulkan oleh covid-19 dapat segera di atasi, sehingga sejumlah turnamen masters 1000 seperti Canadian Open dan Cincinnati Masters dapat digelar. Begitu juga dengan turnamen Grand Slam US Open 2020. Untuk diketahui bahwa Canadian Open dijadwalkan di Montreal dan Toronto pada 7-16 Agustus 2020. Kemudian untuk Cincinnati  Masters pada 15 – 23 Agustus 2020. Sedangkan untuk US Open pada 24 Agustus – 13 September 2020 di New York.

Peluang diadakannya turnamen sisa tersebut sangat tipis. Namun Lewis tidak ingin sisa kejuaraan tenis tahun 2020 seluruhnya harus berujung pada pembatalan, terutama dua turnamen Grand Slam yang masih tersisa yaitu US Open 2020 dan French Open 2020/ Roland Garros .  Kemudian kemarin sudah ada kabar dari pihak Federasi tenis Perancis yang sudah secara resmi memundurkan jadwal French Open 2020 dari 24 Mei – 7 Juni menjadi 20 September – 4 Oktober, Meskipun banyak tuai kritik dari sejumlah pihak. Sementara saat ini, tercatat hanya Australian Open 2020 yang menjadi satu-satunya turnamen Grand Slam yang telah sukses digelar tahun 2020. Turnamen di Australia sebagai pembuka gelaran tenis sudah digelar pada 20 januari – 2 Februari di Melbourne, meski harus berjibaku dengan kepungan asap kebaran hutan di Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here