Dio Zulfikri Setter Terbaik Proliga 2019 Asal Padang

FFSPORTZ.COMAtlet Voli – Sebelumnya, semua klub sudah berjuang di putaran pertama dan kedua Proliga, sebut saja pada putaran kedua Proliga kemarin bahwa klub Jakarta BNI 46 putra telah menutupnya dengan penampilan yang gemilang.  Mereka berhasil menundukkan juara bertahan Proliga Surabaya Bhayangkara Samator dan klub tangguh juara putaran pertama, Jakarta pertamina Energi. Dari Gelaran Proliga ini ada kisah menarik dari pevoli Dio Zulfikri, bagaimana ceritanya? Mari kita simak.

Fakta menarik pevoli Dio Zulfikri di kancah olahraga voli

Pada Proliga 2020 kali ini nama pevoli Dio Zulfikri telah membela klub Jakarta BNI 46. Menurut informasi, skuat klub Jakarta BNI 46 masih sama seperti pada gelaran Proliga 2019 kemarin. Dengan mendapat kawalan pelatih Samsul jaiz, klub Jakarta BNI 46 semakin menunjukkan kualitas mereka di kancah voli nasional. Pertanyaan pentingnya, bagaimana dengan punggawa mereka? kualitas skuat Jakarta BNI 46 sudah tidak diragukan lagi. Pada gelaran Proliga musim sebelumnya, banyak pemain dari klub tersebut yang mendapat penghargaan individu diantaranya ada Best Spiker diraih oleh Osmel Camejo Durruthy, Best Libero diraih oleh Veleg Dhani Ristan, Best Scorer diraih oleh Sigit Ardian dan Best Setter diraih oleh Dio Zulfikri. Namun, kali kami bagikan sejumlah fakta menarik pevoli Dio Zulfkri di kancah olahraga voli.

  1. Bermain di beberapa klub Proliga

Tidak hanya memperkuat Jakarta BNI 46, Dio pernah membela klub Jakarta Pertamina Energi selama tiga musim dan juga Palembang Bank Sumsel selama semusim.

  1. Menjadi pemain Timnas

Pada 2017 kemarin, Dio Zulfikri pernah memperkuat Timnas voli Indonesia di SEA Games. Dio bersama rekannya di Jakarta BNI 46, Sigit Ardian menjadi Skuat Timnas voli putra Indonesia di ajang SEA Games 2019 Filipina.

  1. Miliki tiga prinsip

Dalam hidupnya, atlet voli asal Sumatra Barat ini menerapkan tiga prinsip. Prinsip tersebut diantaranya kerja keras, berdoa dan bersyukur. Perjuangannya di olahraga voli tidaklah mudah, dia bahkan sempat alami kegagalan membawa nama Padang, Sumatra Barat di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP 2012 lalu. Meskipun begitu, akhirnya terbayar dengan penghargaan Best Setter pada gelaran Proliga 2019 lalu dan terpilih menjadi atlet voli mewakili Indonesia.

  1. Sempat tidak betah di sekolah atlet

Beberapa minggu setelah ajang O2SN, Dio merantau ke Jakarta untuk ikut seleksi Sekolah Atlet di Ragunan, Jakarta Selatan.  Dan akhirnya dia diterima, namun setelah dua minggu tinggal di asrama, Dio mengaku tidak kuat. Sesuai dengan namanya Sekolah Atlet, jadi olahraga lebih menjadi titik fokus dari pada pelajaran akademik. Sempat ingin pulang ke Padang, berkat motivasi dari kakak sepupunya yang pernah menimba ilmu di Sekolah Atlet, akhirnya Dio mengurungkan niatnya untuk pulang.

  1. Berhasil membawa Indonesia juara di ajang Asean School Games U-18

Sempat membawa nama daerah DKI Jakarta menempati peringkat ketiga di kejuaraan voli Nasional. Dio dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Junior Indonesia di ajang Asean School Games U-18. Pada waktu itu tepatnya tahun 2014, ajang tersebut diadakan di Indonesia, tepatnya di Surabaya. Dio dan kawan – kawan berhasil memenangkan ajang tersebut dengan mengalahkan lawan terberatnya yaitu Thailand.

  1. Dio cinta dengan DKI Jakarta

Meski berasal dari Padang, Sumatra Barat, nampaknya Dio sudah jatuh hati pada Jakarta. Bukan tanpa alasan, sejak berlatih dan membela Jakarta, Dio menjadi atlet voli yang diperhitungkan di Tanah Air. Selain itu, Alumni dari universitas Trisakti Jakarta ini sekarang menjadi karyawan tetap Bank BNI 46.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here