Wahida Muntaza Arifin
indoagen

FFSPORTZ.COMWahida Muntaza Arifin – Gelaran voli yang paling bergengsi di Tanah Air, Proliga 2020 sudah dihentikan dan tidak ada gelar juara. Pada gelaran proliga musim ini, ada sosok pevoli putri yang cukup miliki pengalaman dimana masih tampil dengan sangat baik. Dia adalah Wahida Muntaza Arifin. Berseragam Bandung Bank bjb Tandamata, pevoli yang sangat identik dengan tubuh yang mungil itu tampil All out didepan para pendukungnya. Sempat tampil kurang maksimal di putaran pertama proliga 2020 kemarin, akhirnya di putaran kedua Bandung BJB Tandamata mampu tampil gemilang dengan meraih juara putaran kedua Proliga 2020 setelah mengalahkan Jakarta Pertamina Energi (JPE) 3-1 di GOR UNY, Yogyakarta, pada Minggu 15 Maret 2020.

Fakta menarik libero mungil Wahida Muntaza Arifin

Dengan mengantongi gelar juara proliga di putaran kedua, Klub Bandung bjb Tandamata menempati posisi pertama pada klasemen putaran kedua dengan total raihan 12 poin. Kemudian di bawahnya ada Jakarta Pertamina Energi dengan 9 poin.  Penampilan yang sangat gemilang klub Bandung bjb Tandamata salah satunya berkat tangan dingin pelatih Risco Herlambang dan juga tentu karena kerja keras dan kekompakan klub. Salah satu skuat Risco yang cukup berperan adalah Wahida Muntaza. Sebagai pemain voli yang sudah cukup miliki pengalaman di proliga, berikut ini ada sejumlah fakta menarik  tentang pevoli mungil Wahida Muntaza Arifin.

  1. Miliki beban tanggung jawab sebagai Libero

Pada saat mengarungi putaran pertama proliga 2020, sang pelatih Bandung bjb Tandamata mengaku kekurangan anak asuhnya yaitu pada penerimaan bola dan rapuhnya pertahanan. Maka dari itu Wahida yang berposisi sebagai Libero turut  mengemban beban tanggung jawab dan tentu juga seluruh klub pada umumnya. Memang sebagai Libero, Wahida tidak hanya wajib menerima bola pertama dengan baik untuk hasilkan umpan yang bagus, akan tetapi juga harus mampu mengantisipasi keras dan sulitnya smes lawan.

  1. Berpostur mungil dengan tinggi 155 cm

Pada saat berlaga dilapangan, Wahida Muntaza sangat mudah dikenali. Dibanding dengan seluruh pemain yang berpostur tinggi, pevoli yang akrab disapa Tasya itu hanya memiliki tinggi 155 cm. Misalnya pada saat berlaga di Proliga 2016 dia membela klub Jakarta Pertamina Energi terlihat semakin mungil ketika ia berdiri di antara dua pemain asing, Marianne Mari Stein Brecher dan Logan Tom. Bahkan ia sempat mendapat predikat pevoli terpendek di Proliga waktu itu.

  1. Menjadi benteng pertahanan yang tangguh

Dengan postur yang bisa dikatakan tidak tinggi, pada Proliga 2020 kemarin,  Wahida menjadi benteng pertahanan yang tangguh bagi klub Bandung Bank bjb Tandamata. Tak ayal, aksinya kerap mencuri perhatian  para pecinta bola voli.

  1. Miliki keyakinan bahwa Tinggi badan tak halangi meraih mimpi

Seperti yang sudah diketahui bahwa untuk posisi Wahida yaitu sebagai Libero memang tidak mengharuskan bertubuh tinggi. Atlet voli selama ini identik dengan postur tubuh yang ideal atau tinggi. Akan tetapi, stigma itu  tak menghalangi Wahida memantapkan pilihan untuk berkarier sebagai pevoli. Wahida berkeyakinan bahwa tinggi badan tak akan menjamin kesuksesan di dunia voli profesional. Sebab, selama ini dia berpegang pada keyakinannya itu bahwa tinggi badan tak menghalanginya untuk meraih mimpi.

  1. Kerap menebar senyum

Dengan postur yang bisa dibilang kurang untuk ukuran atlet voli, Wahida sempat merasa minder. Dia tidak mau ambil pusing soal tinggi badan sebab pevoli yang lahir pada 29 Maret 1999 itu lebih sering tertangkap kamera karena kerap menebar senyum. Dia sangat percaya diri dengan apa yang dia miliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here