jenderal djoko susanto

FFSPORTZ.COMPBSI – Kabar haru datang dari jagad militer dan juga olahraga bulu tangkis Indonesia. Djoko Santoso yang berpangkat Jendral TNI dan mantan ketua PBSI pada periode 2008 hingga 2012 telah pulang ke pangkuan Sang Pencipta. Nama Djoko Santoso pernah begitu lekat dengan olahraga raket dan Shuttle cock saat meneruskan tradisi “Jenderal” di posisi Ketum PBSI. Sang Jendral meninggal dunia pada Minggu pagi kemarin, 10 Mei 2020 di RSPAD Gatot Soebroto. Sebelum meninggal, Djoko sempat dalam masa perawatan intensif usai operasi karena pendarahan di otak. Kabar meninggalnya pun disampaikan oleh anggota DPR Fraksi Gerindra, Habiburokhman.

Beberapa fakta menarik Jendral Purn. Djoko Susanto

Pada puncak karier sang Jendral adalah ketika dipercaya sebagai Panglima TNI di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2007 hingga 2010. Pada saat menjabat sebagai Panglima TNI inilah, Djoko memberanikan diri mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBSI pada Munas 2008. Saat itu pihak PBSI sedang mencari pengganti Sutiyoso yang memasuki akhir masa jabatannya. Selain itu, masih ada beberapa fakta menarik mengenai sang Jendral Purn. Djoko Susanto. Berikut penjelasannya.

  1. Karir militer yang sangat gemilang

Djoko tercatat sebagai lulusan akademi militer pada 1975, kariernya semakin melesat cepat ketika berdinas di Kostrad (komando Strategi Angkatan Darat). Kemudian, beliau juga menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 330/Kostrad di tahun 1990. Lalu, sempat menjadi Assospoldam Jaya di tahun 1995 hingga Panglima Kodam Jaya pada tahun 2003. Di tahun 2005, beliau naik jabatan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Wafat di usia 67 tahun, nama Jendral Purn. Djoko Susanto meninggalkan nama harum bagi TNI.

  1. Menjabat panglima TNI sekaligus Ketua PBSI

Fakta menarik oleh Djoko yaitu Menjabat Panglima TNI sekaligus Ketua PBSI. Djoko melanjutkan tradisi dari militer yang cukup dekat dengan PBSI. Sebab ada empat Ketua Umum sebelumnya yang berstatus sebagai Jendral TNI yaitu Sutiyoso, Try Sutrisno, Subagyo HS dan Suryadi. Djoko Susanto yand didukung oleh 32 pengurus cabang sehingga menang aklamasi diharapkan mampu membawa PBSI semakin maju. Beliau seperti Sutiyoso yang dengan mudah melenggang ke kursi ketua umum PBSI dengan background Militer.

  1. Di masa akhir jabatan Ketum PBSI Djoko prestasi bulu tangkis menurun

Masa jabatan Ketum PBSI yang disadang Djoko kebetulan pada saat atau masa transisi era Taufik Hidayat dan kawan – kawan. Namun prestasi para atlet tidak sesuai dengan harapan sebab ada banyak turnamen yang membuat para atlet kehilangan kesempatan dalam meraih juara. Indonesia gagal lanjutkan tradisi emas Olimpiade 2012, London. Indonesia harus puas meraih emas Asian Games 2010 di sektor ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan dan gelar All England 2012 di ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu menjadi secercah harapan menjelang akhir jabatan Djoko.

  1. Gabung dengan Parpol Gerindra

Setelah posisinya sebagai Ketum PBSI digantikan oleh Gita Wirjawan, nama Djoko Susanti sempat tenggelam. Kemudian dia muncul lagi semenjak gabung bersama Partai Gerindra di tahun 2015. Bahkan, sosoknya masuk di dalam struktur dewan pembina partai.

  1. Djoko dipercaya menjadi Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo/Sandi

Pada Pilpres atau Pemilu 2019 kemarin, Djoko juga dipercaya menjadi Pada pemilu 2019 kemarin, ia juga dipercaya menjadi Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo/Sandi. Untuk mengenang kepergian sang Jendral, TNI dan seluruh jajaran angkatan daratnya mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.  Hal ini disampaikan oleh kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat oleh Kolonel Inf. Nenfra Firdaus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here