Maya Kurnia Indri Sari
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMMaya Kurnia Indri Sari – Bagi pecinta olahraga voli tentu tahu dengan atlet voli, Maya Kurnia Indri Sari. Pada turnamen Proliga 2020 kemarin, Maya absen atau tak membela satupun klub peserta. Fakta terbaru tentang pevoli 28 tahun itu adalah ia mencoba dunia baru di luar voli. Kini, perempuan asal Sidoarjo, Jatim itu tengah menekuni dunia baru dengan menjadi presenter olahraga.  Dia menjalani debutnya sebagai presenter olahraga pada final Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di stadion Gelora Delta, Sidoarjo pada 20 Februari lalu. Pada debutnya, perempuan yang akrab dipanggil Maya itu menjadi salah satu presenter dari salah satu saluran berita olahraga untuk mewawancarai pemain dan pelatih Persebaya.

4 Fakta menarik pevoli Maya Kurnia Indri Sari

Atlet voli profesional Tanah Air, Maya Kurnia Indri Sari memang memiliki pesona luar biasa baik dalam maupun diluar voli. Dia diketahui telah membanggakan Indonesia melalui Volly dan hampir 19 tahun dirinya berkecimpung di bola voli. Pada awal Maret kemarin, dia diberitakan memiliki profesi lain selain voli yakni sebagai karyawan Bank Jatim. Selain itu masih ada sejumlah fakta menarik dari  pevoli Maya Kurnia Indri Sari. Mari bersama simak informasi selengkapnya.

  1. Kenal voli sejak kelas 6 SD

Maya dikenalkan voli oleh orangtuanya sejak masih kecil tepatnya pada kelas 6 SD. Sebenarnyua sejak usianya 5 tahun dirinya sudah mengenal berbagai cabang olahraga. Dia dikenalkan dengan aktivitas fisik seperti atletik, renang, sampai sepatu roda. Sejak dikenalkan sang Ayah dengan olahraga voli, Maya mulai penasaran dan mencoba latihan.  Sejak itu keinginan untuk menjadi atlet voli nasional telah muncul.

  1. Maya jadi atlet yang percaya diri

Secara pribadi, Maya tidak pernah mengalami diskriminasi ketika memutuskan untuk menjadi atlet. Namun, ia masih mendengar perempuan yang melakukan Body Shaming atau malu pada penampilan apa adanya. Sebagai seorang atlet perempuan, sering mendengar komentar dari para penonton yang mengatakan gendut atau yang lain pada perempuan. Menurut perempuan kelahiran 17 Februari 1992 itu hal itulah yang harus dibenahi. Menurutnya, hanya diri pribadi dia sendiri yang tahu bagaimana keadannya.

  1. Maya pernah alami cedera pada tahun 2016

Meski sempat cedera dan bahkan sampai operasi lutut pada tahun 2016, tapi dia akhirnya bangkit dan kembali ke lapangan tahun 2017. Pada saat alami cedera ini, dia mengaku bahwa ini merupakan momen yang membuat dirinya jatuh karena dokter juga sempat memvonisnya tidak bisa main voli lagi.

  1. Sebagai atlet yang memiliki prinsip “Beyond the limit”

Setelah jalani operasi, Maya melakukan latihan ekstra keras. Pada 2017 dia turun dikejuaraan PLN. Kemudian pada 2018, ia kembali ke liga BNI. Sempat disuruh istirahat selama dua bulan, namun setelah dua minggu akhirnya dia sudah bisa jalan. Dia merasa kalau jadi atlet yang Beyond the limit, atau tidak bisa seperti atlet biasa. Menurutnya, dia harus memaksa diri untuk melampaui batas kemampuan. Rasa sakit harus mampu dia dilawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here