4 Bagian Tubuh Rentan Mengalami Cedera Saat Voli Dan Cara Pertolongan Pertama

FFSPORTZ.COMVoli – Apa yang terlintas dalam benak anda ketika mendengar kata olahraga? Kalau boleh sedikit memberi bantuan, olahraga tidak lepas dari yang namanya kompetisi dan cedera. Pada kesempatan kali ini, akan sedikit dibahas mengenai cedera. Cedera, merupakan momok yang sangat menakutkan bagi semua atlet dari cabang olahraga apapun. Cedera yang berkepanjangan bahkan membuat atlet bisa sampai frustasi. Menurut penuturan dari Dr. Anita Suryani, cedera bisa menghantui siapapun yang memilih menjadi atlet, termasuk atlet bola voli.

4 bagian tubuh atlet voli yang rentan terkena cedera

Siapa yang tidak tahu olahraga voli? Meskipun tidak pernah memainkannya, namun tentu pernah melihat turnamen voli baik langsung maupun dilayar kaca. Diketahui bahwa Atlet – atlet voli kerap melakukan smash, melompat, memblok serangan lawan dan masih banyak lainnya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang kerap jatuh bangun di lapangan demi mengamankan bola atau untuk meraih poin demi kemenangan. Maka dari itu, atlet dari cabang olahraga voli ini kerap atau rentan terkena cedera dan rata – rata bagi atlet yang cedera, kerap alami cedera di area yang sama.

Menurut Dr. Anita, ada empat bagian  tubuh  atau elemen penting yang harus diperhatikan atlet bola voli diantaranya lutut, engkel, bahu dan pinggang.  Di empat bagian tubuh itu, atlet bola voli biasanya entah kompetisi profesional maupun kompetisi biasa rentan mengalami cedera. Salah satu cedera dialami para atlet bola voli karena lompatan termasuk pada engkel kakinya akibat salah mendarat setelah melompat. Kemudian cedera bahu juga sering dialami karena para atlet voli banyak melakukan pukulan smash, sementara untuk cedera pinggang kerap terjadi akibat gerakan otot perut.

Pertolongan pertama pada penderita cedera saat olahraga

Sebenarnya cedera tersebut bisa dihindari dengan istirahat sebaik mungkin termasuk mengistirahatkan sendi dan tidak memaksakan diri ketika berolahraga. Namun, jika sudah cedera, Dr. Anita Suryani menyarankan supaya memakia es batu, dipijat hingga menjalani terapi yang sesungguhnya supaya dapat mengembalikan otot seperti semula. Selain itu, pertolongan pertama pada cedera lutut pada 48 sampai 72 jam pertama. Pertama adalah segera hentikan aktivitas Anda. Jangan bekerja dengan rasa sakit, kemudian jangan menerapkan sesuatu yang panas pada sendi.

Penting untuk diperhatikan Hindari alkohol dan pemijatan pada sendi sebab hal ini akan mendorong pendarahan dan pembengkakan. Jika, cedera yang dialami bersifat berat dan dirasa tidak mungkin sembuh dengan sendirinya hubungi dokter atau fisioterapis. Selanjutnya mungkin akan diarahkan untuk menjalani operasi. Untuk operasi sendiri ada dua macam yang sering dikenal yaitu operasi terbuka dan operasi artroskopik. Cara berikutnya yaitu penarikan cairan atau aspirasi dan cara yang terakhir yaitu dengan meningkatkan kemampuan gerak dan kekuatan lutut atau Fisioterapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here